Berimbuhan: Pelesapan Huruf R

  1. Awalan ber-, ter-, per-, apabila diikuti kata dasar yang berawalan dengan huruf /r/ dan beberapa kata dasar yang suku pertamanya berakhir dengan /er/, maka huruf /r/ lesap.
  • bekerja (ber- + ker.ja)
  • becermin (ber- + cer.min)
  • bepergian (ber- + per.gian)
  • berasa (ber- + ra.sa)
  • beterbangan (ber- + ter.bangan)
  • beternak (ber- + ter.nak)
  • peramping (per- + ram.ping)
  • perampok (per- + ram.pok)
  • terasa (ter- + ra.sa)
  • terebut (ter- + re.but)
  • terendam (ter- + ren.dam)

Beda dalam kasus ber- + ge.rak = bergerak dan ber- + ce.ri.ta = bercerita. Huruf /r/ ada di suku kedua sehingga tidak berlaku hukum pelesapan.

2. Awalan ber- apabila diikuti kata dasar ajar dan unjur maka berubah menjadi bel-.

  • belajar (ber- + ajar)
  • belunjur (ber- + un.jur)

 

 

 

Berimbuhan: Peluluhan dengan Hukum KPST

Setiap kata yang diawali dengan huruf k, p, s, dan t mengalami peluluhan bila mendapatkan imbuhan meng- dan peng-.

Namun, perlu diperhatikan beberapa persyaratan, antara lain:
(1) Peluluhan berlaku jika huruf kedua dari kata dasar berawalan k, p, s, t adalah vokal, bukan konsonan.

Pukul ~> memukul (luluh)
Tari ~> menari (luluh) Lanjutkan membaca “Berimbuhan: Peluluhan dengan Hukum KPST”

Berimbuhan: Awalan, Sisipan, Akhiran

Awalan:

  • getar -> bergetar
  • jabat -> pejabat
  • jabat -> penjabat
  • pukul -> memukul
  • sulit -> mempersulit
  • dobrak -> mendobrak
  • gali -> menggali
  • simpan -> menyimpan
  • busana -> adibusana
  • biotik -> antibiotik
  • warna -> dwiwarna
  • struktur -> infrastruktur
  • lateral -> multilateral
  • sejarah -> prasejarah

Jika diikuti huruf awal kapital atau singkatan berupa huruf kapital dirangkai dengan tanda hubung (-):

non-ASEAN
pro-Barat

Sisipan -el-

  • jajah -> jelajah
  • geber -> geleber
  • gembung -> gelembung
  • getar -> geletar
  • gigi -> geligi
  • gosok -> gelosok
  • luhur -> leluhur
  • maju -> melaju
  • patuk -> pelatuk
  • sidik -> selidik
  • tapak -> telapak
  • tunjuk -> telunjuk
  • tangkup/tungkup -> telangkup/telungkup

Sisipan -em-

cerlang -> cemerlang
jari -> jemari
kuning -> kemuning
kelut -> kemelut
kilau -> kemilau
serbak -> semerbak
tali -> temali
turun -> temurun

Sisipan -er-

  • sabut -> serabut
  • suling -> seruling
  • gendang -> genderang
  • gigi -> gerigi
  • kudung -> kerudung
  • runtuh -> reruntuh(an)
  • panjat -> peranjat

Sisipan berawalan huruf  g

  • gembung -> gelembung
  • gebyar -> gemebyar
  • gelatak -> gemelatak
  • gelugut -> gemelugut
  • gentar -> gementar
  • geretak -> gemeretak
  • gerencang -> gemerencang
  • gerincing -> gemerincing
  • gerisik -> gemerisik
  • gerlap -> gemerlap
  • gertak -> gemertak
  • getar-> gemetar
  • gilang -> gemilang
  • gilap -> gemilap
  • girang -> gemirang
  • gulung -> gemulung
  • guntur -> gemuntur
  • guruh -> gemuruh

Sisipan -in-

  • kerja -> kinerja
  • sambung -> sinambung
  • tambah -> tinambah

Akhiran

  • Akhiran -i: lalui, setujui, islami
  • Akhiran -if: produktif, deskriptif, demonstratif
  • Akhiran -al: struktural, ideal, normal
  • Akhiran -is: praktis, logis, ekonomis, egois
  • Akhiran -isme: sukuisme, kolonialisme
  • Akhiran -isasi: spesialisasi, modernisasi, naturalisasi
  • Akhiran -logi: analogi, fisiologi, dermatologi
  • Akhiran -man: seniman, budiman
  • Akhiran -wan: budayawan, kamerawan, rohaniwan, sejarawan
  • Akhiran -wi: surgawi, gerejawi, duniawi

Gabungan: Daftar Gabungan Kata Ditulis Terpisah

Untuk menentukan gabungan kata yang ditulis terpisah atau serangkai, dapat ditambahkan imbuhan pada setiap unsur gabungan kata itu. Jika masing-masing dapat diberi imbuhan, gabungan kata itu ditulis serangkai. Jika hanya salah satu yang diberi imbuhan, maka gabungan kata tersebut ditulis terpisah. Lanjutkan membaca “Gabungan: Daftar Gabungan Kata Ditulis Terpisah”