Blog

Petik Dua: Mengapit Petikan Langsung

Tanda petik dua (“…”) dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain.

Misalnya:

  • “Merdeka atau nanti!” demikian judul majalah mingguan.
  • “Jangan duduk di situ!” perintah atasannya.
  • Menurut Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, “Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan.”

Kapital: Hubungan Kekerabatan

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, kakak, adik, dan paman, serta kata atau ungkapan lain yang dipakai dalam penyapaan atau pengacuan.

  • “Kapan Adik pulang ke Magelang?” tanya Eka.
  • Chusna bertanya, “Memangnya kenapa, Mas?”
  • “Sini duduk, Dik!” kata orang itu.
  • Maaf, saya tidak punya urusan lagi dengan Saudara.
  • “Hai, Kutu Buku minum kopi dulu, yuk.”
  • Bu, saya ingin tinggal bersama Bapak.”

Catatan:

(1) Istilah kekerabatan berikut bukan merupakan penyapaan atau pengacuan.

  • Semua kakak dan adik saya laki-laki.
  • Kita harus kasihan terhadap bapak dan ibu kita.

(2) Kata ganti Anda ditulis dengan huruf awal kapital.

  • Sudahkah Anda tahu?

Kapital: Singkatan

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, atau sapaan.

  • S.H. = sarjana hukum
  • S.K.M. = sarjana kesehatan masyarakat
  • S.S. = sarjana sastra
  • M.A. = master of arts
  • M.Hum. = magister humaniora
  • M.Si. = magister sains
  • K.H. = kiai haji
  • Hj. = hajah
  • Mgr. = monseigneur
  • Pdt. = pendeta
  • Dg. = daeng
  • Dt. = datuk
  • R.A. = raden ayu
  • St. = sutan
  • Tb. = tubagus
  • Dr. = doktor
  • Prof. = profesor
  • Tn. = tuan
  • Ny. = nyonya
  • Sdr. = saudara

Catatan 

Jika penulisan gelar berada di akhir kalimat, maka cukup menggunakan satu tanda titik.

  • Dosen itu bernama Abdullah, S.H. Ia selalu berangkat ke kampus tepat waktu.

Jika penulisan gelar berada di akhir klausa pertama, maka tetap menggunakan tanda baca koma.

  • Abdullah, S.H., Dyah Permatasari, S.Psi., dan Muhidin M. Dahlan, M.Hum. adalah pemateri seminar hari ini.

Kapital: Nama Agama, Bangsa, Suku Bangsa, dan Bahasa

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama agama, bangsa, suku bangsa, dan bahasa.

  • agama Hindu
  • bangsa Indonesia
  • suku Dayak
  • bahasa Jawa

Catatan: Nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan tidak ditulis dengan huruf awal kapital.

  • Kiai Abdullah sedang mengislamkan George.
  • pengindonesiaan kata asing
  • keinggris-inggrisan
  • kebatak-batakan

Kapital: Jabatan dan Pangkat Diikuti Nama Orang

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.

  • Wakil Presiden Yusuf Kala
  • Profesor Suminto A. Sayuti
  • Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara
  • Proklamator Republik Indonesia (Soekarno-Hatta)
  • Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
  • Bupati Cilacap